Sejarah Berdirinya Biofarma (Dok. http://www.bandungheritage.org)

Biofarma
 Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.P. Graaf Van Limburg Stirum ( 1916 - 1921), timbul gagasan untuk memindahkan Ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Karena faktor kondisi alam dan udara yang segar, maka Tuan H. F. Tilema merekomendasikan agar Kota Bandung dipilih sebagai Ibukota Wilayah Hindia Belanda.

Usulan tersebut secara berangsur mulai dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1920, setelah mendapat dukungan dari Prof. Ir. J. Kolopper, Rector Magnificus dari Bandoengeche Techniseche Hoogeschool (ITB). Maka berbagai pihak menyambut ide pemindahan tersebut dengah memindahkan fungsi dan bangunan umum ke Bandung, seperti Kantor Pusat Dagang Perusahaan- perusahaan asing, Tentara Bala Keselamatan ( Leger des Hells).
Instasi Pemerintah kemudian menyusul pindah ke Bandung, kemudian pindah pula sebagian dari Departemen Perdagangan dari Bogor, Kantor Keuangan, dan Lembaga Penelitian Cacar yang bergabung dengan Institut Pasteur yang telah berada di Bandung, atau sekarang lebih dikenal dengan Bio Farma.
Institut Pasteur juga didirikan untuk mengatasi wabah penyakit tropis, sejak tahun 1895 di Bandung mulai dirintis pembangunan kompleks bangunan Institut Pasteur.
Bio Farma merupakan Badan Usaha Milik Negara, di bawah pengawasan Menteri Kesehatan dan bertanggung jawab dalam memproduksi produk produk biologis, terutama vaksin, serum dan diagnostika.

Pada mulanya merupakan bagian dari rumah sakit Militer di Batavia dan hanya memproduksi vaksin cacar. Vaksin yang diproduksi terus berkembang. Pada tahun 1985 memberikan perawatan Rabies. Nyland (salah satu pimpinan Bo Farina terdahulu) memperkenalkan vaksin baru yang mengandung vaksin rabies. Dilanjutkan dengan produksi vaksin kolera dan tipus.

Institut Pasteur secara resmi ditugaskan oleh Pemerintah untuk memproduksi vaksin dan sera pada tahun 1913, pembuatan tetanus dan difteri formol toksoid secara statistik. Lalu memproduksi serum anti tetanus yang pertama, mulai digalakan imunisasi di lingkungan Angkatan Darat terhadap Kolera, Typus dan Paratypus A pada tahun 1915.

Baru pada tahun 1923 Institut Pasteur memulai kegiatannya di Bandung dan dilengkapi dengan Labotarium Diagnostik. Tahun 1925 penelitian dalam bidang Bio Kimia klinik dimulai. Pembuatan vaksin terus berlanjut, Otten memperkenalkan Vaksin Cacar Kering (room dried smallpox vaccine). Maria Van Stockum berhasil membuat vaksin rabies yang diinaktifasi dengan formalin dan berasal dari otak kera pada tahun 1930, sedangkan pada tahun 1934 Otten berhasil membuat Vaksin sampan (Pes) hidup yang berasal dari suku Pasteurella pesits Ciwidey yang avirulen (natural attenuated).

Didirikan Labotarium Virus dan kultur Jaringan pada tahun 1957, yang digunakan WHO dalam mendiagnosa Cacar untuk negara- negara Asia Tenggara pads tahun 1969. Produksi vaksin terus berkembang, seperti produksi vaksin BCG yang dimulai dengan menggunakan primary seed lot dari Pasteur Instituut Paris, vaksin cacar beku kering diperkenalkan tahun 1968.

Tahun 1971 didirikan Bagian Pengawasan Mutu dan Labotarium Mycology, sedangkan perkembangan pembuatan vaksin juga terus berkembang. Pada tahun 1982 digunakan mesin fermentor 1000 1 yang berasal dari Shinko Pflauder, yang dilengkapi dan dipasang oleh Commonwealth Serum Labotary (CSL) untuk Produksi Tetanus.

Pada bulan November 1986 pabrik cairan infus diresmikan, dilanjutkan dengan pembangunan Sarana Produksi dan Pengawasan Mutu Vaksin Polio dan Campak yang diresmikan menteri kesehatan saat itu (1990), Bpk Dr. Adhityatma MPH, dan selesai pada akhir 1991.

Sejak didirikan seabad yang lalu Bio Farma telah mengalami beberapa kali pergantian nama: Agustus 1890    Didirikan dengan surat keputusan Gubemur Jendral Hindia Belanda bertempat di Rumah Sakit Militer Weltevreden
Jakarta dengan nama Parc Vaceinogen.
 
1895-1901    Parc Vaccinogene Instituut Pasteur

1902-1941    Landskoepok Inrichling en Instituut Pasteur

1942-1945    Bandung Boeki Kenkyushoo

1945             Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur

1946             Kegiatan berpindah ke Klaten/ Yogyakarta

1946-1949    Selama Bandung diduduki Belanda, namanya kembali menjadi Landskopoepok Inrichting en Instituut
                    Pasteur.
 
1950-1954    Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur

1955-1960    Perusahaan Negara Pasteur

1961-1978    Perusahaan Negara Bio Farma

1978    Perusahaan Umum Bio Farma.
 
---
Sumber: Berbagai Sumber

Comments

Popular posts from this blog

Sisindiran, Paparikan, Rarakitan Jeung Wawangsalan katut contona

NGARAN PAPARABOTAN JEUNG PAKAKAS