Posts

Pandawa (5) Sadewa / Tangsen

Image
Raden Sadewa atau Tangsen yang merupakan saudara kembar dari Raden Nakula adalah bungsu dari Pandawa. Ia adalah putra dari Dewi Madrim dan Batara Aswin, dewa kembar bersama Batara Aswan, ayah Nakula. Raden Sadewa memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Dalam hal olah senjata, sadewa ahli dalam penggunaan pedang. Nama-nama lain dari Sadewa adalah Sudamala, dan Madraputra. Dalam penyamaran di Negri Wirata Sadewa menjadi pengurus taman kerajaan di Wirata bernama Tantripala. Jika Nakula tak dapat lupa akan segala hal maka, Sadewa juga memiliki ingatan yang kuat serta ahli dalam hal menganalisis sesuatu. Sadewa juga ahli dalam hal Metafisika dan dapat tahu hal yang akan terjadi. Ini diperoleh dari Ditya Sapulebu yang dikalahkannya dan menyatu dalam tubuhnya saat Pandawa membuka hutan Mertani. Selain itu, Sadewa mendapatkan wilayah Bumiretawu atau juga disebut Bawertalun. Sadewa menikah dengan Dewi Sre...

Pandawa (4) Nakula / Pinten

Image
Resminya, Nakula atau Pinten adalah putra dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim. Namun karena Prabu Pandu tak dapat behubungan tubuh dengan istrinya, maka Dewi Madri yang telah diajari ilmu Adityaredhaya oleh Dewi Kunti memanggil dewa tabib kayangan yang juga dikenal sebagai dewa kembar. Batara Aswan-Aswin. Nakula adalah putra dar Batara Aswan sedang Sadewa adalah putra dari Batara Aswin. Raden Nakula memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Setelah 12 tahun menjadi buangan di hutan, Nakula beserta saudara-saudaranya menyamar di negri Wirata. Di sana Nakula menjadi seorang pelatih kuda kerajaan bernama Darmagrantika. Aji-aji yang dimiliki oleh Nakula adalah Aji Pranawajati yang berhasiat tak dapat lupa akan hal apapun. Aji ini ia dapat dari Ditya Sapujagad, seorang perwira Kerajaan Mertani di bawah kekuasaan Prabu Yudistira yang menyatu dalam tubuhnya. Nakula pun mendapat wilayah yang dulu diperintah oleh ...

Pandawa (3) Arjuna / Permadi / Janaka / Dananjaya / Palguna

Image
Raden Arjuna adalah putra ketiga dari pasangan Dewi Kunti dan Prabu Pandu atau sering disebut dengan ksatria Panengah Pandawa. Seperti yang lainnya, Arjuna pun sesungguhnya bukan putra Pandu, namun ia adalah putra dari Dewi Kunti dan Batara Indra. Dalam kehidupan orang jawa, Arjuna adalah perlambang manusia yang berilmu tingga namun ragu dalam bertindak. Hal ini nampak jelas sekali saat ia kehilangan semangat saat akan menghadapi saudara sepupu, dan guru-gurunya di medan Kurusetra. Keburukan dari Arjuna adalah sifat sombongnya. Karena merasa tangguh dan juga tampan, pada saat mudannya ia menjadi sedikit sombong. Arjuna memiliki dasanama sebagai berikut : Herjuna, Jahnawi, Sang Jisnu, Permadi sebagai nama Arjuna saat muda, Pamade, Panduputra dan Pandusiwi karena merupakan putra dari Pandu, Kuntadi karena punya panah pusaka, Palguna karena pandai mengukur kekuatan lawan, Danajaya karena tidak mementingkan harta, Prabu Kariti saat bertahta menjadi raja di kayangan Tejama...

Pandawa (2) Bima / Werkudara / Bimasena / Bratasena / Abilawa

Image
Raden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan. Pada saat lahirnya, Werkudara berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi oleh selaput tipis yang tidak dapat disobek oleh senjata apapun. Hal ini membuat pasangan Dewi Kunthi dan Pandu sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama delapan tahun bungkus tersebut tidak pecah-pecah dan mulai berguling kesana kemari sehingga hutan yang tadinya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan kalang kabut. Selain itu para jin penghuni hutan pun mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu dari semua makhluk halus, melapor pada Batara...

Pandawa (1) Puntadewa / Samiaji / Yudhistira / Dharmaputra

Image
Raden Puntadewa adalah putra sulung dari Prabu Pandudewanata dan Dewi Kuntinalibrata. Sesungguhnya Puntadewa merupakan putra kedua dari Dewi Kuntinalibrata. Akibat Ajian Adityaredhaya ajaran Resi Druwasa, Kunti sempat hamil, sesaat sebelum terjadinya sayembara pilih. Lalu putranya yang di keluarkan dari telingga yang dinamai Karna dibuang dan kemudian diasuh oleh seorang sais kereta bernama Adirata. Secara resmi memang Puntadewa adalah putra Prabu Pandu dan Dewi Kunti namun sesungguhnya ia adalah putra Dewi Kunti dan Batara Darma, dewa keadilan. Hal tersebut diakibatkan oleh kutukan yang diucapkan oleh Resi Kimindama yang dibunuh Pandu saat bercinta dalam wujud kijang. Tapi akibat dari ajian Adityaredhaya, Dewi Kunti dan Prabu Pandu masih dapat memiliki keturunan untuk menghasilkan penerus takhta kerajaan. Puntadewa bersaudarakan empat orang, dua saudara seibu dan 2 saudara berlainan ibu. Mereka adalah Bima atau Werkudara, Arjuna atau Janaka, Nakula atau Pinten, dan S...

Nama untuk Anak Perempuan dari Tokoh Pewayangan

Memiliki seorang anak adalah sebuah kebahagiaan yang tak terkira, saat itu juga kita sebagai orang tua tentu berusaha untuk memberikan nama yang baik, karena kata orang tua nama adalah do'a, dengan demikian ada sedikit dari sejarah, wayang Jawa dan Bali. semoga bermanfaat catatan : yang tokohnya memiliki karakter buruk bisa dihindari. Adaninggar, putri raja Cina. Tokoh wayang menak. Agni. Dewi Api. Ambarasari. Murid pesaraman Ukir Sari berasal dari Ambaradia. Ambarawati. Murid pesaraman Ukir Sari berasal dari Ambaradia. Anjani. Anak Dewi Daksi yang diberi hadiah Cupu Gading Astagina oleh Batara Semirang agar perselingkuhan ibunya dirahasiakan. Ibu Hanoman. Anjasmara. Putri Patih Logender yang menikah dengan sepupunya, Damarwulan. Antakawulan , istri Arjuna. berputra Bambang Antakadewa Arimbi. Ibu Gatotkaca. Rakseksi dari Pringgandani yang berhati jujur. Aswani. Istri Kumbakarna. Badrahini. Ibu Dewi Sumbadra.

Ngaguar Cawokah

Image
Laporan : Mamat Sasmita Cawokah cek kamus LBSS mah hartina teh jorang, porno, resep nyebut kecap-kecap nu kudu dibalibirkeun jeung nyaritakeun sual nu matak ngahudang birahi. Jadi hartina cawokah teh teu beda jeung jorang, sedengkeun jorang cek kamus keneh nyaeta sok resep ngucapkeun kecap-kecap nu kotor bisana sok dibalibirkeun, upamana nyebut rarangan. Pangna cawokah jadi jejer dina sawala di PSS poe Saptu tanggal 12 September 2009 teh kulantaran teu bisa dibantah carita cawokah mindeng kapanggih dina guguyon Sunda, komo dina carita lisan. Contona disertasi Lina Maria Coster Weijsman (1929) nu judulna Uilespiegelverhalen in Indonesie in het biezonder in de Soendalanden ( Carita lucu di Indonesia utamana di Tanah Sunda). Buku Serial Heureuy Parahyangan meunang Kang Nay (1972). Atuh ka dieunakeun mindeng kapanggih dina buku serial heureuy Sabulangbentor karyana Taufik Faturohman. Geus puguh ari dina guguyun lisan mah tara kaliwat carita cawokah teh. Kagambar kumah...